Posted by : anonimus Tuesday, November 9, 2010



Penulis : R. Fridiana

KotaSantri.com : Ketika anak-anak mulai belajar membaca, kubelikan mereka banyak buku-buku untuk dibaca, mulai dari cerita-cerita mengenai kepahlawanan, mengenai filosofi kehidupan, sampai mengenai cerita-cerita agama yang kuharap dapat menggugah perasaan dan pikiran mereka.

Ketika anak-anak bertengkar memperebutkan segala sesuatu, kusampaikan bahwa siapa yang mau mengalah demi kebaikan adalah pihak yang menang.

Ketika anak-anak melakukan kesalahan, kuajari untuk mengucap maaf dan segera memperbaiki diri.

Ketika anak-anak sudah mulai sekolah, kuatur jadwal belajar mereka agar bisa disiplin dan bertanggung jawab.

Ketika waktu shalat tiba, kupanggil mereka pulang dari waktu bermain di luar rumah.

Ketika mereka batuk dan pilek, kularang mereka mencicipi permen, kerupuk, dan es krim kesukaan mereka.

Ketika mereka minta mainan seperti yang dimiliki temannya, tak kubelikan dan kubilang kita tidak boleh iri dan selalu mengekor orang lain, kecuali itu memang bermanfaat dan baik bagi kita.

Anak-anak mungkin tak suka dengan apa yang kuminta, tapi kusebut itu cintaku pada anak-anakku.

Ketika aku berbeda pendapat dengan orang lain, ayahku selalu memintaku mengalah dan memahami latar belakang setiap perbedaan pendapat itu, karena bisa jadi sudut pandangku yang salah atau mungkin kami punya pikiran yang berbeda namun kebenaran yang sama.

Ketika aku sakit dan mengeluhkan diri yang tak mampu berbuat banyak, ayahku selalu mengingatkan aku agar beristighfar dan bersabar, karena bisa jadi ini adalah tanda cinta Allah SWT padaku.

Ketika aku diberi banyak rejeki berupa limpahan harta, ayahku selalu memintaku segera membaginya untuk disalurkan pada masjid, panti asuhan, dan kegiatan sosial lainnya.

Ketika aku menangisi meninggalnya sahabat yang telah lama kukenal, ayahku menegurku dan memintaku mengucap Innalillahi wa inna illaihi raji'un, bahwa apa-apa yang ada di bumi ini memang akan kembali pada pemilikNya.

Aku mungkin tak mudah menuruti apa kata ayahku, tapi kusebut itu cinta ayahku padaku.

Ketika aku lupa mengucapkan salam, temanku mengatakan aku sombong.

Ketika aku terlambat pulang sampai di rumah, suamiku menampakkan raut wajah tak senang.

Ketika aku lulus kuliah dengan susah payah, namun lingkungan tak bisa menerima dengan tangan terbuka.

Ketika aku terjatuh, Allah malah mengujiku dengan cobaan yang lebih berat lagi.

Kusebut itu cinta. Cinta temanku, cinta suamiku, dan cinta Allah SWT.

Dan ketika kusebut semua itu cinta, apa yang sulit menjadi mudah, apa yang tidak masuk akal menjadi masuk akal, apa yang tidak bisa menjadi biasa. Dan aku mulai mempercayai bahwa bentuk kecintaan Allah bisa berupa yang pahit atau manis, bisa datang melalui anak, orangtua, teman, atau siapa saja. Maka bersiaplah menerima cinta!

Maret 2007

Maaf, nak. Kumarahi kau tadi pagi, itu semua karena mama mencintaimu dan tak ingin kau salah melangkah.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Tuesday, November 9, 2010

Kusebut itu Cinta

Posted by anonimus at Tuesday, November 09, 2010


Penulis : R. Fridiana

KotaSantri.com : Ketika anak-anak mulai belajar membaca, kubelikan mereka banyak buku-buku untuk dibaca, mulai dari cerita-cerita mengenai kepahlawanan, mengenai filosofi kehidupan, sampai mengenai cerita-cerita agama yang kuharap dapat menggugah perasaan dan pikiran mereka.

Ketika anak-anak bertengkar memperebutkan segala sesuatu, kusampaikan bahwa siapa yang mau mengalah demi kebaikan adalah pihak yang menang.

Ketika anak-anak melakukan kesalahan, kuajari untuk mengucap maaf dan segera memperbaiki diri.

Ketika anak-anak sudah mulai sekolah, kuatur jadwal belajar mereka agar bisa disiplin dan bertanggung jawab.

Ketika waktu shalat tiba, kupanggil mereka pulang dari waktu bermain di luar rumah.

Ketika mereka batuk dan pilek, kularang mereka mencicipi permen, kerupuk, dan es krim kesukaan mereka.

Ketika mereka minta mainan seperti yang dimiliki temannya, tak kubelikan dan kubilang kita tidak boleh iri dan selalu mengekor orang lain, kecuali itu memang bermanfaat dan baik bagi kita.

Anak-anak mungkin tak suka dengan apa yang kuminta, tapi kusebut itu cintaku pada anak-anakku.

Ketika aku berbeda pendapat dengan orang lain, ayahku selalu memintaku mengalah dan memahami latar belakang setiap perbedaan pendapat itu, karena bisa jadi sudut pandangku yang salah atau mungkin kami punya pikiran yang berbeda namun kebenaran yang sama.

Ketika aku sakit dan mengeluhkan diri yang tak mampu berbuat banyak, ayahku selalu mengingatkan aku agar beristighfar dan bersabar, karena bisa jadi ini adalah tanda cinta Allah SWT padaku.

Ketika aku diberi banyak rejeki berupa limpahan harta, ayahku selalu memintaku segera membaginya untuk disalurkan pada masjid, panti asuhan, dan kegiatan sosial lainnya.

Ketika aku menangisi meninggalnya sahabat yang telah lama kukenal, ayahku menegurku dan memintaku mengucap Innalillahi wa inna illaihi raji'un, bahwa apa-apa yang ada di bumi ini memang akan kembali pada pemilikNya.

Aku mungkin tak mudah menuruti apa kata ayahku, tapi kusebut itu cinta ayahku padaku.

Ketika aku lupa mengucapkan salam, temanku mengatakan aku sombong.

Ketika aku terlambat pulang sampai di rumah, suamiku menampakkan raut wajah tak senang.

Ketika aku lulus kuliah dengan susah payah, namun lingkungan tak bisa menerima dengan tangan terbuka.

Ketika aku terjatuh, Allah malah mengujiku dengan cobaan yang lebih berat lagi.

Kusebut itu cinta. Cinta temanku, cinta suamiku, dan cinta Allah SWT.

Dan ketika kusebut semua itu cinta, apa yang sulit menjadi mudah, apa yang tidak masuk akal menjadi masuk akal, apa yang tidak bisa menjadi biasa. Dan aku mulai mempercayai bahwa bentuk kecintaan Allah bisa berupa yang pahit atau manis, bisa datang melalui anak, orangtua, teman, atau siapa saja. Maka bersiaplah menerima cinta!

Maret 2007

Maaf, nak. Kumarahi kau tadi pagi, itu semua karena mama mencintaimu dan tak ingin kau salah melangkah.

0 comments on "Kusebut itu Cinta"

Post a Comment

Tuesday, November 9, 2010

Kusebut itu Cinta




Penulis : R. Fridiana

KotaSantri.com : Ketika anak-anak mulai belajar membaca, kubelikan mereka banyak buku-buku untuk dibaca, mulai dari cerita-cerita mengenai kepahlawanan, mengenai filosofi kehidupan, sampai mengenai cerita-cerita agama yang kuharap dapat menggugah perasaan dan pikiran mereka.

Ketika anak-anak bertengkar memperebutkan segala sesuatu, kusampaikan bahwa siapa yang mau mengalah demi kebaikan adalah pihak yang menang.

Ketika anak-anak melakukan kesalahan, kuajari untuk mengucap maaf dan segera memperbaiki diri.

Ketika anak-anak sudah mulai sekolah, kuatur jadwal belajar mereka agar bisa disiplin dan bertanggung jawab.

Ketika waktu shalat tiba, kupanggil mereka pulang dari waktu bermain di luar rumah.

Ketika mereka batuk dan pilek, kularang mereka mencicipi permen, kerupuk, dan es krim kesukaan mereka.

Ketika mereka minta mainan seperti yang dimiliki temannya, tak kubelikan dan kubilang kita tidak boleh iri dan selalu mengekor orang lain, kecuali itu memang bermanfaat dan baik bagi kita.

Anak-anak mungkin tak suka dengan apa yang kuminta, tapi kusebut itu cintaku pada anak-anakku.

Ketika aku berbeda pendapat dengan orang lain, ayahku selalu memintaku mengalah dan memahami latar belakang setiap perbedaan pendapat itu, karena bisa jadi sudut pandangku yang salah atau mungkin kami punya pikiran yang berbeda namun kebenaran yang sama.

Ketika aku sakit dan mengeluhkan diri yang tak mampu berbuat banyak, ayahku selalu mengingatkan aku agar beristighfar dan bersabar, karena bisa jadi ini adalah tanda cinta Allah SWT padaku.

Ketika aku diberi banyak rejeki berupa limpahan harta, ayahku selalu memintaku segera membaginya untuk disalurkan pada masjid, panti asuhan, dan kegiatan sosial lainnya.

Ketika aku menangisi meninggalnya sahabat yang telah lama kukenal, ayahku menegurku dan memintaku mengucap Innalillahi wa inna illaihi raji'un, bahwa apa-apa yang ada di bumi ini memang akan kembali pada pemilikNya.

Aku mungkin tak mudah menuruti apa kata ayahku, tapi kusebut itu cinta ayahku padaku.

Ketika aku lupa mengucapkan salam, temanku mengatakan aku sombong.

Ketika aku terlambat pulang sampai di rumah, suamiku menampakkan raut wajah tak senang.

Ketika aku lulus kuliah dengan susah payah, namun lingkungan tak bisa menerima dengan tangan terbuka.

Ketika aku terjatuh, Allah malah mengujiku dengan cobaan yang lebih berat lagi.

Kusebut itu cinta. Cinta temanku, cinta suamiku, dan cinta Allah SWT.

Dan ketika kusebut semua itu cinta, apa yang sulit menjadi mudah, apa yang tidak masuk akal menjadi masuk akal, apa yang tidak bisa menjadi biasa. Dan aku mulai mempercayai bahwa bentuk kecintaan Allah bisa berupa yang pahit atau manis, bisa datang melalui anak, orangtua, teman, atau siapa saja. Maka bersiaplah menerima cinta!

Maret 2007

Maaf, nak. Kumarahi kau tadi pagi, itu semua karena mama mencintaimu dan tak ingin kau salah melangkah.

0 comments:

Post a Comment

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

My Blog List

Sample text

Pageviews past week

shoutbox zone


ShoutMix chat widget

clock link

flag counter zone

free counters

Ads Header

Followers

About Me

Followers

Friends

Blog Archive

Ajari aku ‘tuk bisa Menjadi yang engkau cinta Agar ku bisa memiliki rasa Yang luar biasa untukku dan untukmu

web counter zone

Best Free Cute WordPress Themes

Hiya!

Welcome to Cutie Gadget, the place that love to post Cute Gadgets and Cute Stuff. Today I will share you my findings about Cute Wordpress Themes. These themes are really good if you create Cute themed Blog, Girls blog, Candy blog, or children blog as themes Free Cute Blog Templates really suitable for that reason. Ok, here’s the list :

pink cute themes 300x144 Best Free Cute Wordpress Themes

This Cute Candy themed Worpress template called Pink-Kupy. The color is combination of Gradation of pink, from Soft pink to vibrant pink. However, the background color is dark grey and white, they’re made to harmonised the pinky color. A really nice Pink Wordpress themes :) Free Download here

leaf cute themes 300x150 Best Free Cute Wordpress Themes

If you bored with regular Wordpress backgrond that using the usual color backgrond, then this wordpress themes is good for you.I really like the leaf green background, blended with white color. Look simple, cute and nice! Download here

greenery wordpress 300x145 Best Free Cute Wordpress Themes

The last but not the least, here is the Beautiful themes named Greenery. The color lime green, which looked really fresh and nice. I really like the tree color, looked cute because the cartoon styled drawing. Download here.

If don’t use worpdress, but using Blogger or Blogspot as your Blogging Platform, you can check out my Post about Cute Blogger Themes

Popularity: 1% [?]

Artikel Best Free Cute WordPress Themes Proudly presented by The Most Unique Gadget Blog. Please also see our sister site:Free Powerpoint Templates and Themes to get Free Powerpoint Template for school, business, medical presentation and many more!.

calender zone

Pages

my stuff and life. Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

- Copyright © my zoONne -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -