Bumi nirwana yang diinjak, ilusi dari kemilau dibalik maha agumg karya penghuni Bumi. betapa besarnya, aku meliaht dari titik bawah daratan yang tak dikenal dunia fana. hati teriris pilu, tertipu akan angan dan khayal dalam sanubari. disetiap pandangan cahaya para penghuni dunia, terbersit jerit-jerit kekangan yang terpenjara dalam benak-benak lugu yang tak mengerti dunia baru di bumi nirwana ilusi. tak dapat menjerit, tak dapat ungkapkan sabda, tak tahu apa yang akan terjadi dihari esok.
Cahaya bintang tampak jelas dilangit redup. bulan pun masih setia menyelimuti indahnya mimpi-mimpi penghuni nirwana. tapi hati ini tak dapat mengelak dari sanubari hitam yang mencekam. semua yang akan terjadi ketika sang mentari menyusup ke celah jendela telah terbersit dalam benak para penghuni nirwana. memasrahkan diri akan yang terjadi ketika sosok sanubari hitam itu menjerit dan mengirisk kalbu, walau tak tampak oleh jiwa-jiwa pasrah yang sadar jasadnya. aku hanya dapat terdiam dengan sejuta kata yang terpendam. tak dapat kuungkapkan semua rasa, pikiran, dan tuduhan yang tak realistis. hanya dapat disimpan dalam benak sejauh-jauhnya, takkan pernah terbuka walau dengan kilauan cahaya surga.
kuabaikan semua angin yang berhembus kencang ke tubuh polos yang tak berdaya, biarlah ia berlalu mengikuti arus tanpa ada kata-kata yang seharusnya terucap dari lubuk hati para penghuni nirwana. sabar menanti akan datangya setitik cahaya dari surga yang membuat hembusan angin sadar akan pergi sendirinya. tak pantas bertiup di tempat para nirwana lugu dengan tingkah yang tak jelas oleh imajinasi kenangan di bumi asuh nan jauh dari bumi baru yang diinjak para penghuni nirwana.
Cahaya bintang tampak jelas dilangit redup. bulan pun masih setia menyelimuti indahnya mimpi-mimpi penghuni nirwana. tapi hati ini tak dapat mengelak dari sanubari hitam yang mencekam. semua yang akan terjadi ketika sang mentari menyusup ke celah jendela telah terbersit dalam benak para penghuni nirwana. memasrahkan diri akan yang terjadi ketika sosok sanubari hitam itu menjerit dan mengirisk kalbu, walau tak tampak oleh jiwa-jiwa pasrah yang sadar jasadnya. aku hanya dapat terdiam dengan sejuta kata yang terpendam. tak dapat kuungkapkan semua rasa, pikiran, dan tuduhan yang tak realistis. hanya dapat disimpan dalam benak sejauh-jauhnya, takkan pernah terbuka walau dengan kilauan cahaya surga.
kuabaikan semua angin yang berhembus kencang ke tubuh polos yang tak berdaya, biarlah ia berlalu mengikuti arus tanpa ada kata-kata yang seharusnya terucap dari lubuk hati para penghuni nirwana. sabar menanti akan datangya setitik cahaya dari surga yang membuat hembusan angin sadar akan pergi sendirinya. tak pantas bertiup di tempat para nirwana lugu dengan tingkah yang tak jelas oleh imajinasi kenangan di bumi asuh nan jauh dari bumi baru yang diinjak para penghuni nirwana.