Posted by : anonimus Monday, November 15, 2010

Oleh ETI HERAWATI, M.Pd.
Kegiatan ”in-service training”, suatu pengembangan peningkatan kemampuan dan keterampilan guru mengajar dalam jabatan, sering kali menjadi suatu yang oleh kebanyakan guru dirasakan "enggan".

PADA umumnya, guru sudah merasakan "kemampuan" yang enak sehingga manakala ada suatu inovasi baru, mereka cenderung menolak dan tetap memakai aturan dan tata cara lama. Hal ini berbeda dengan keadaan di Jepang, pada umumnya guru antusias untuk suatu pembaruan pembelajaran.
"Kenkyu happyoka" atau di kalangan Amerika Serikat dikenal sebagai lesson study merupakan salah satu usaha resmi dari para pendidik matematika di Jepang dalam rangka pengembangan peningkatan profesi mengajar para guru di sekolah.
Guru sebagai tenaga profesional dituntut memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Upaya menguasai keempat kompetensi tersebut melalui pendidikan formal hanyalah merupakan syarat perlu bagi setiap guru. Akan tetapi, upaya peningkatan kemampuan secara terus menerus merupakan syarat cukup yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Salah satunya melalui lesson study. Lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.
Lesson study mempunyai pengertian belajar pada suatu pembelajaran. Seseorang (guru atau calon guru) bisa belajar tentang bagaimana melakukan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu melalui tampilan pembelajaran yang ada (live/real atau rekaman video). Guru bisa mengadopsi metode, teknik, ataupun strategi pembelajaran, penggunaan media, dan sebagainya yang diangkat oleh guru penampil untuk ditiru atau dikembangkan di kelasnya masing-masing. Hasil analisis dan pengamatan di kelas sangat diperlukan sebagai bahan masukan bagi guru penampil untuk perbaikan di masa mendatang.
Melalui kegiatan lesson study dikembangkan pembelajaran yang dapat mendorong siswa agar belajar secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui hands-on (aktivitas tangan) dan mind-on activity (aktivitas berpikir), daily life (dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari), dan local materials (menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita).
Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (merefleksi) yang berkelanjutan dan tak pernah berakhir (continous improvement).
Lesson study sebagai suatu kegiatan yang diawali dengan pengembangan perencanaan secara bersama, proses pembelajaran terbuka dengan melibatkan sejumlah observer, dan refleksi atau diskusi pascapembelajaran, merupakan suatu kegiatan yang sangat potensial untuk menciptakan proses interaksi antarberbagai pihak yaitu guru, dosen, kepala sekolah, pejabat Dinas Pendidikan, dll. Melalui interaksi yang dapat terjadi dalam berbagai tahapan kegiatan, sangat dimungkinkan terjadinya sharing pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap pembelajaran. Dengan berkembangnya pengetahuan secara konstruktif, selain masing-masing pihak yang terkait memperoleh input dan umpan balik, sebagai tindak lanjutnya tidak mustahil memunculkan berbagai inovasi pembelajaran.
Jika lesson study yang dilakukan benr-benar dipersiapkan dengan baik sehingga setiap orang yang mengikuti merasa memperoleh pengetahuan yang sangat berharga, baik disadari atau tidak, tindak lanjut dari kegiatan tersebut akan terjadi dengan sendirinya yang dapat berlangsung pada tataran individu, kelompok, atau sistem tertentu.
Kegiatan lesson study yang sudah dikembangkan oleh UPI, UNY, dan UM sangat potensial sebagai model alternatif pembinaan guru untuk meningkatkan keprofesionalan guru di Indonesia. Sebagai dampak akumulatif dari kegiatan lesson study diharapkan terjadi peningkatan mutu pendidikan di tanah air.***
Penulis, guru matematika SMP Negeri 1 Karangampel Indrama

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Monday, November 15, 2010

Meningkatkan Kualitas Belajar dari Pembelajaran

Posted by anonimus at Monday, November 15, 2010
Oleh ETI HERAWATI, M.Pd.
Kegiatan ”in-service training”, suatu pengembangan peningkatan kemampuan dan keterampilan guru mengajar dalam jabatan, sering kali menjadi suatu yang oleh kebanyakan guru dirasakan "enggan".

PADA umumnya, guru sudah merasakan "kemampuan" yang enak sehingga manakala ada suatu inovasi baru, mereka cenderung menolak dan tetap memakai aturan dan tata cara lama. Hal ini berbeda dengan keadaan di Jepang, pada umumnya guru antusias untuk suatu pembaruan pembelajaran.
"Kenkyu happyoka" atau di kalangan Amerika Serikat dikenal sebagai lesson study merupakan salah satu usaha resmi dari para pendidik matematika di Jepang dalam rangka pengembangan peningkatan profesi mengajar para guru di sekolah.
Guru sebagai tenaga profesional dituntut memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Upaya menguasai keempat kompetensi tersebut melalui pendidikan formal hanyalah merupakan syarat perlu bagi setiap guru. Akan tetapi, upaya peningkatan kemampuan secara terus menerus merupakan syarat cukup yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Salah satunya melalui lesson study. Lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.
Lesson study mempunyai pengertian belajar pada suatu pembelajaran. Seseorang (guru atau calon guru) bisa belajar tentang bagaimana melakukan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu melalui tampilan pembelajaran yang ada (live/real atau rekaman video). Guru bisa mengadopsi metode, teknik, ataupun strategi pembelajaran, penggunaan media, dan sebagainya yang diangkat oleh guru penampil untuk ditiru atau dikembangkan di kelasnya masing-masing. Hasil analisis dan pengamatan di kelas sangat diperlukan sebagai bahan masukan bagi guru penampil untuk perbaikan di masa mendatang.
Melalui kegiatan lesson study dikembangkan pembelajaran yang dapat mendorong siswa agar belajar secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui hands-on (aktivitas tangan) dan mind-on activity (aktivitas berpikir), daily life (dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari), dan local materials (menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita).
Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (merefleksi) yang berkelanjutan dan tak pernah berakhir (continous improvement).
Lesson study sebagai suatu kegiatan yang diawali dengan pengembangan perencanaan secara bersama, proses pembelajaran terbuka dengan melibatkan sejumlah observer, dan refleksi atau diskusi pascapembelajaran, merupakan suatu kegiatan yang sangat potensial untuk menciptakan proses interaksi antarberbagai pihak yaitu guru, dosen, kepala sekolah, pejabat Dinas Pendidikan, dll. Melalui interaksi yang dapat terjadi dalam berbagai tahapan kegiatan, sangat dimungkinkan terjadinya sharing pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap pembelajaran. Dengan berkembangnya pengetahuan secara konstruktif, selain masing-masing pihak yang terkait memperoleh input dan umpan balik, sebagai tindak lanjutnya tidak mustahil memunculkan berbagai inovasi pembelajaran.
Jika lesson study yang dilakukan benr-benar dipersiapkan dengan baik sehingga setiap orang yang mengikuti merasa memperoleh pengetahuan yang sangat berharga, baik disadari atau tidak, tindak lanjut dari kegiatan tersebut akan terjadi dengan sendirinya yang dapat berlangsung pada tataran individu, kelompok, atau sistem tertentu.
Kegiatan lesson study yang sudah dikembangkan oleh UPI, UNY, dan UM sangat potensial sebagai model alternatif pembinaan guru untuk meningkatkan keprofesionalan guru di Indonesia. Sebagai dampak akumulatif dari kegiatan lesson study diharapkan terjadi peningkatan mutu pendidikan di tanah air.***
Penulis, guru matematika SMP Negeri 1 Karangampel Indrama

0 comments on "Meningkatkan Kualitas Belajar dari Pembelajaran"

Post a Comment

Monday, November 15, 2010

Meningkatkan Kualitas Belajar dari Pembelajaran


Oleh ETI HERAWATI, M.Pd.
Kegiatan ”in-service training”, suatu pengembangan peningkatan kemampuan dan keterampilan guru mengajar dalam jabatan, sering kali menjadi suatu yang oleh kebanyakan guru dirasakan "enggan".

PADA umumnya, guru sudah merasakan "kemampuan" yang enak sehingga manakala ada suatu inovasi baru, mereka cenderung menolak dan tetap memakai aturan dan tata cara lama. Hal ini berbeda dengan keadaan di Jepang, pada umumnya guru antusias untuk suatu pembaruan pembelajaran.
"Kenkyu happyoka" atau di kalangan Amerika Serikat dikenal sebagai lesson study merupakan salah satu usaha resmi dari para pendidik matematika di Jepang dalam rangka pengembangan peningkatan profesi mengajar para guru di sekolah.
Guru sebagai tenaga profesional dituntut memiliki kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Upaya menguasai keempat kompetensi tersebut melalui pendidikan formal hanyalah merupakan syarat perlu bagi setiap guru. Akan tetapi, upaya peningkatan kemampuan secara terus menerus merupakan syarat cukup yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Salah satunya melalui lesson study. Lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.
Lesson study mempunyai pengertian belajar pada suatu pembelajaran. Seseorang (guru atau calon guru) bisa belajar tentang bagaimana melakukan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu melalui tampilan pembelajaran yang ada (live/real atau rekaman video). Guru bisa mengadopsi metode, teknik, ataupun strategi pembelajaran, penggunaan media, dan sebagainya yang diangkat oleh guru penampil untuk ditiru atau dikembangkan di kelasnya masing-masing. Hasil analisis dan pengamatan di kelas sangat diperlukan sebagai bahan masukan bagi guru penampil untuk perbaikan di masa mendatang.
Melalui kegiatan lesson study dikembangkan pembelajaran yang dapat mendorong siswa agar belajar secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui hands-on (aktivitas tangan) dan mind-on activity (aktivitas berpikir), daily life (dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari), dan local materials (menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita).
Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu plan (merencanakan), do (melaksanakan), dan see (merefleksi) yang berkelanjutan dan tak pernah berakhir (continous improvement).
Lesson study sebagai suatu kegiatan yang diawali dengan pengembangan perencanaan secara bersama, proses pembelajaran terbuka dengan melibatkan sejumlah observer, dan refleksi atau diskusi pascapembelajaran, merupakan suatu kegiatan yang sangat potensial untuk menciptakan proses interaksi antarberbagai pihak yaitu guru, dosen, kepala sekolah, pejabat Dinas Pendidikan, dll. Melalui interaksi yang dapat terjadi dalam berbagai tahapan kegiatan, sangat dimungkinkan terjadinya sharing pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap pembelajaran. Dengan berkembangnya pengetahuan secara konstruktif, selain masing-masing pihak yang terkait memperoleh input dan umpan balik, sebagai tindak lanjutnya tidak mustahil memunculkan berbagai inovasi pembelajaran.
Jika lesson study yang dilakukan benr-benar dipersiapkan dengan baik sehingga setiap orang yang mengikuti merasa memperoleh pengetahuan yang sangat berharga, baik disadari atau tidak, tindak lanjut dari kegiatan tersebut akan terjadi dengan sendirinya yang dapat berlangsung pada tataran individu, kelompok, atau sistem tertentu.
Kegiatan lesson study yang sudah dikembangkan oleh UPI, UNY, dan UM sangat potensial sebagai model alternatif pembinaan guru untuk meningkatkan keprofesionalan guru di Indonesia. Sebagai dampak akumulatif dari kegiatan lesson study diharapkan terjadi peningkatan mutu pendidikan di tanah air.***
Penulis, guru matematika SMP Negeri 1 Karangampel Indrama

0 comments:

Post a Comment

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

My Blog List

Sample text

Pageviews past week

shoutbox zone


ShoutMix chat widget

clock link

flag counter zone

free counters

Ads Header

Followers

About Me

Followers

Friends

Blog Archive

Ajari aku ‘tuk bisa Menjadi yang engkau cinta Agar ku bisa memiliki rasa Yang luar biasa untukku dan untukmu

web counter zone

Best Free Cute WordPress Themes

Hiya!

Welcome to Cutie Gadget, the place that love to post Cute Gadgets and Cute Stuff. Today I will share you my findings about Cute Wordpress Themes. These themes are really good if you create Cute themed Blog, Girls blog, Candy blog, or children blog as themes Free Cute Blog Templates really suitable for that reason. Ok, here’s the list :

pink cute themes 300x144 Best Free Cute Wordpress Themes

This Cute Candy themed Worpress template called Pink-Kupy. The color is combination of Gradation of pink, from Soft pink to vibrant pink. However, the background color is dark grey and white, they’re made to harmonised the pinky color. A really nice Pink Wordpress themes :) Free Download here

leaf cute themes 300x150 Best Free Cute Wordpress Themes

If you bored with regular Wordpress backgrond that using the usual color backgrond, then this wordpress themes is good for you.I really like the leaf green background, blended with white color. Look simple, cute and nice! Download here

greenery wordpress 300x145 Best Free Cute Wordpress Themes

The last but not the least, here is the Beautiful themes named Greenery. The color lime green, which looked really fresh and nice. I really like the tree color, looked cute because the cartoon styled drawing. Download here.

If don’t use worpdress, but using Blogger or Blogspot as your Blogging Platform, you can check out my Post about Cute Blogger Themes

Popularity: 1% [?]

Artikel Best Free Cute WordPress Themes Proudly presented by The Most Unique Gadget Blog. Please also see our sister site:Free Powerpoint Templates and Themes to get Free Powerpoint Template for school, business, medical presentation and many more!.

calender zone

Pages

my stuff and life. Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

- Copyright © my zoONne -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -