Posted by : anonimus Tuesday, October 26, 2010




Negeri Jepang memiliki empat musim, musim dingin, semi, panas, dan musim gugur. Barangkali keadaan ini merupakan salah satu hal yang membuat bangsa Jepang tertantang untuk bertahan hidup dalam kondisi alam yang sulit, pada musim dingin atau musim gugur. Merasa sulit untuk maju di bidang agraris, maka tak diragukan lagi negeri Jepang begitu maju di bidang industri.

Meski mengalami kemajuan yang pesat di bidang industri terutama elektronika dan otomotif, bangsa Jepang tak lupa memelihara tradisi. Di antara banyak tradisi bangsa Jepang, ada satu tradisi yang di samping bernilai sakral juga dapat mengangkat pamor pariwisata negeri itu. Tradisi itu ialah matsuri atau festival. Festival ini biasanya diadakan tiap musim. Pada musim panas yang berbeda, berbeda pula jenis festivalnya.

Ada beberapa nama matsuri, di antaranya Sanja-matsuri, Tako-matsuri, dan Golden Week-matsuri. Biasanya pada musim panas diselenggarakan matsuri berupa bazar atau festival masakan tradisional. Pada musim panas itu diutamakan matsuri sebagai penghormatan terhadap roh nenek moyang bangsa Jepang.

Matsuri kini sudah menjadi even nasional yang tak lagi melulu sebagai penghormatan terhadap roh leluhur, meski sebelum penyelenggaraannya masih ada masya-rakat tertentu yang melakukan upacara ritual.

Jika musim matsuri tiba, tiap-tiap kecamatan (sigake) sudah siap untuk menggelar festival. Dalam festival itu digelar berbagai kesenian tradisional seperti barongsai dan juga dipamerkan benda-benda unik. Seperti pernah dipamerkan sepatu tradisional Jepang (josi) berukuran raksasa yang terbuat dari anyaman dan simpul-simpul rotan pada SKanja-matsuri. Benda ini dipajang di kuil Sensoji, Asakusa, Tokyo. Dengan Sanja-matsuri ini, banyak wisatawan yang berkunjung ke Kuil Sensoji yang merupakan kelenteng terbesar itu. Digelar juga festival boneka tradisi Jepang pada Hina-matsuri. Festival boneka ini merupakan festival yang paling tua, sudah berlangsung sejak 100 tahun lalu.

Festival yang paling menarik semua lapisan masyarakat yaitu Tako-matsuri atau festival layang-layang hias. Dari satu sigake, sedikitnya 50 kelompok peserta bisa terdaftar di meja panitia. Jauh hari sebelum festival layang-layang dimulai, para pesrta yang akan mengikuti festival sudah mempersiapkan diri dengan sket gambar, merancang dan membentuk layang-layang bersama tim mereka yang terdiri dari 10 sampai 20 orang.

Layang-layang yang difestivalkan biasanya diberi nama tokoh populer orang Jepang atau nama derah masing-masing. Bisa nama bunga, seperti Sakura atau nama gunung seperti Fujiyama. Ben-tuknya pun variatif dengan gambar dan ornamen yang berbeda-beda.

Yang membuat para peserta puas, bukan pada hadiah yang disediakan panitia sebab jika mengharap hadiah, hanyalah hadiah hiburan yang tak sebanding dengan anggaran pembuatan layang-layang yang bisa mencapai ratusan yen. Bayangkan, di antara peserta ada yang membuat layang-layang raksasa yang ukurannya kurang lebih 60 meter persegi. Peserta akan merasa puas apabila layang-layang yang dibuatnya itu berhasil diterbangkan mulus dan seimbang bisa mencapai ketinggian lebih dari 300 meter. Untuk menerbangkan layang-layang raksasa, anggota kelompok harus kompak sebab kalau tidak, akan dapat kendala saat layang-layang ”tinggal landas”.

Matsuri benar-benar menjadi ajang yang membuat masyarakat Jepang dan juga para wisatawan terhibur. Festival ini selalu ditunggu-tunggu oleh para orang tua yang masih lekat dengan tradisi menghormati roh leluhur dan dinanti oleh khalayak umum yang rindu suasana ceria sehabis mereka bekerja sehari-hari.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Tuesday, October 26, 2010

Matsuri”, Festival Tradisi Jepang

Posted by anonimus at Tuesday, October 26, 2010



Negeri Jepang memiliki empat musim, musim dingin, semi, panas, dan musim gugur. Barangkali keadaan ini merupakan salah satu hal yang membuat bangsa Jepang tertantang untuk bertahan hidup dalam kondisi alam yang sulit, pada musim dingin atau musim gugur. Merasa sulit untuk maju di bidang agraris, maka tak diragukan lagi negeri Jepang begitu maju di bidang industri.

Meski mengalami kemajuan yang pesat di bidang industri terutama elektronika dan otomotif, bangsa Jepang tak lupa memelihara tradisi. Di antara banyak tradisi bangsa Jepang, ada satu tradisi yang di samping bernilai sakral juga dapat mengangkat pamor pariwisata negeri itu. Tradisi itu ialah matsuri atau festival. Festival ini biasanya diadakan tiap musim. Pada musim panas yang berbeda, berbeda pula jenis festivalnya.

Ada beberapa nama matsuri, di antaranya Sanja-matsuri, Tako-matsuri, dan Golden Week-matsuri. Biasanya pada musim panas diselenggarakan matsuri berupa bazar atau festival masakan tradisional. Pada musim panas itu diutamakan matsuri sebagai penghormatan terhadap roh nenek moyang bangsa Jepang.

Matsuri kini sudah menjadi even nasional yang tak lagi melulu sebagai penghormatan terhadap roh leluhur, meski sebelum penyelenggaraannya masih ada masya-rakat tertentu yang melakukan upacara ritual.

Jika musim matsuri tiba, tiap-tiap kecamatan (sigake) sudah siap untuk menggelar festival. Dalam festival itu digelar berbagai kesenian tradisional seperti barongsai dan juga dipamerkan benda-benda unik. Seperti pernah dipamerkan sepatu tradisional Jepang (josi) berukuran raksasa yang terbuat dari anyaman dan simpul-simpul rotan pada SKanja-matsuri. Benda ini dipajang di kuil Sensoji, Asakusa, Tokyo. Dengan Sanja-matsuri ini, banyak wisatawan yang berkunjung ke Kuil Sensoji yang merupakan kelenteng terbesar itu. Digelar juga festival boneka tradisi Jepang pada Hina-matsuri. Festival boneka ini merupakan festival yang paling tua, sudah berlangsung sejak 100 tahun lalu.

Festival yang paling menarik semua lapisan masyarakat yaitu Tako-matsuri atau festival layang-layang hias. Dari satu sigake, sedikitnya 50 kelompok peserta bisa terdaftar di meja panitia. Jauh hari sebelum festival layang-layang dimulai, para pesrta yang akan mengikuti festival sudah mempersiapkan diri dengan sket gambar, merancang dan membentuk layang-layang bersama tim mereka yang terdiri dari 10 sampai 20 orang.

Layang-layang yang difestivalkan biasanya diberi nama tokoh populer orang Jepang atau nama derah masing-masing. Bisa nama bunga, seperti Sakura atau nama gunung seperti Fujiyama. Ben-tuknya pun variatif dengan gambar dan ornamen yang berbeda-beda.

Yang membuat para peserta puas, bukan pada hadiah yang disediakan panitia sebab jika mengharap hadiah, hanyalah hadiah hiburan yang tak sebanding dengan anggaran pembuatan layang-layang yang bisa mencapai ratusan yen. Bayangkan, di antara peserta ada yang membuat layang-layang raksasa yang ukurannya kurang lebih 60 meter persegi. Peserta akan merasa puas apabila layang-layang yang dibuatnya itu berhasil diterbangkan mulus dan seimbang bisa mencapai ketinggian lebih dari 300 meter. Untuk menerbangkan layang-layang raksasa, anggota kelompok harus kompak sebab kalau tidak, akan dapat kendala saat layang-layang ”tinggal landas”.

Matsuri benar-benar menjadi ajang yang membuat masyarakat Jepang dan juga para wisatawan terhibur. Festival ini selalu ditunggu-tunggu oleh para orang tua yang masih lekat dengan tradisi menghormati roh leluhur dan dinanti oleh khalayak umum yang rindu suasana ceria sehabis mereka bekerja sehari-hari.

0 comments on "Matsuri”, Festival Tradisi Jepang"

Post a Comment

Tuesday, October 26, 2010

Matsuri”, Festival Tradisi Jepang





Negeri Jepang memiliki empat musim, musim dingin, semi, panas, dan musim gugur. Barangkali keadaan ini merupakan salah satu hal yang membuat bangsa Jepang tertantang untuk bertahan hidup dalam kondisi alam yang sulit, pada musim dingin atau musim gugur. Merasa sulit untuk maju di bidang agraris, maka tak diragukan lagi negeri Jepang begitu maju di bidang industri.

Meski mengalami kemajuan yang pesat di bidang industri terutama elektronika dan otomotif, bangsa Jepang tak lupa memelihara tradisi. Di antara banyak tradisi bangsa Jepang, ada satu tradisi yang di samping bernilai sakral juga dapat mengangkat pamor pariwisata negeri itu. Tradisi itu ialah matsuri atau festival. Festival ini biasanya diadakan tiap musim. Pada musim panas yang berbeda, berbeda pula jenis festivalnya.

Ada beberapa nama matsuri, di antaranya Sanja-matsuri, Tako-matsuri, dan Golden Week-matsuri. Biasanya pada musim panas diselenggarakan matsuri berupa bazar atau festival masakan tradisional. Pada musim panas itu diutamakan matsuri sebagai penghormatan terhadap roh nenek moyang bangsa Jepang.

Matsuri kini sudah menjadi even nasional yang tak lagi melulu sebagai penghormatan terhadap roh leluhur, meski sebelum penyelenggaraannya masih ada masya-rakat tertentu yang melakukan upacara ritual.

Jika musim matsuri tiba, tiap-tiap kecamatan (sigake) sudah siap untuk menggelar festival. Dalam festival itu digelar berbagai kesenian tradisional seperti barongsai dan juga dipamerkan benda-benda unik. Seperti pernah dipamerkan sepatu tradisional Jepang (josi) berukuran raksasa yang terbuat dari anyaman dan simpul-simpul rotan pada SKanja-matsuri. Benda ini dipajang di kuil Sensoji, Asakusa, Tokyo. Dengan Sanja-matsuri ini, banyak wisatawan yang berkunjung ke Kuil Sensoji yang merupakan kelenteng terbesar itu. Digelar juga festival boneka tradisi Jepang pada Hina-matsuri. Festival boneka ini merupakan festival yang paling tua, sudah berlangsung sejak 100 tahun lalu.

Festival yang paling menarik semua lapisan masyarakat yaitu Tako-matsuri atau festival layang-layang hias. Dari satu sigake, sedikitnya 50 kelompok peserta bisa terdaftar di meja panitia. Jauh hari sebelum festival layang-layang dimulai, para pesrta yang akan mengikuti festival sudah mempersiapkan diri dengan sket gambar, merancang dan membentuk layang-layang bersama tim mereka yang terdiri dari 10 sampai 20 orang.

Layang-layang yang difestivalkan biasanya diberi nama tokoh populer orang Jepang atau nama derah masing-masing. Bisa nama bunga, seperti Sakura atau nama gunung seperti Fujiyama. Ben-tuknya pun variatif dengan gambar dan ornamen yang berbeda-beda.

Yang membuat para peserta puas, bukan pada hadiah yang disediakan panitia sebab jika mengharap hadiah, hanyalah hadiah hiburan yang tak sebanding dengan anggaran pembuatan layang-layang yang bisa mencapai ratusan yen. Bayangkan, di antara peserta ada yang membuat layang-layang raksasa yang ukurannya kurang lebih 60 meter persegi. Peserta akan merasa puas apabila layang-layang yang dibuatnya itu berhasil diterbangkan mulus dan seimbang bisa mencapai ketinggian lebih dari 300 meter. Untuk menerbangkan layang-layang raksasa, anggota kelompok harus kompak sebab kalau tidak, akan dapat kendala saat layang-layang ”tinggal landas”.

Matsuri benar-benar menjadi ajang yang membuat masyarakat Jepang dan juga para wisatawan terhibur. Festival ini selalu ditunggu-tunggu oleh para orang tua yang masih lekat dengan tradisi menghormati roh leluhur dan dinanti oleh khalayak umum yang rindu suasana ceria sehabis mereka bekerja sehari-hari.

0 comments:

Post a Comment

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

My Blog List

Sample text

Pageviews past week

shoutbox zone


ShoutMix chat widget

clock link

flag counter zone

free counters

Ads Header

Followers

Blog Archive

About Me

Followers

Friends

Blog Archive

Ajari aku ‘tuk bisa Menjadi yang engkau cinta Agar ku bisa memiliki rasa Yang luar biasa untukku dan untukmu

Blog Archive

web counter zone

Best Free Cute WordPress Themes

Hiya!

Welcome to Cutie Gadget, the place that love to post Cute Gadgets and Cute Stuff. Today I will share you my findings about Cute Wordpress Themes. These themes are really good if you create Cute themed Blog, Girls blog, Candy blog, or children blog as themes Free Cute Blog Templates really suitable for that reason. Ok, here’s the list :

pink cute themes 300x144 Best Free Cute Wordpress Themes

This Cute Candy themed Worpress template called Pink-Kupy. The color is combination of Gradation of pink, from Soft pink to vibrant pink. However, the background color is dark grey and white, they’re made to harmonised the pinky color. A really nice Pink Wordpress themes :) Free Download here

leaf cute themes 300x150 Best Free Cute Wordpress Themes

If you bored with regular Wordpress backgrond that using the usual color backgrond, then this wordpress themes is good for you.I really like the leaf green background, blended with white color. Look simple, cute and nice! Download here

greenery wordpress 300x145 Best Free Cute Wordpress Themes

The last but not the least, here is the Beautiful themes named Greenery. The color lime green, which looked really fresh and nice. I really like the tree color, looked cute because the cartoon styled drawing. Download here.

If don’t use worpdress, but using Blogger or Blogspot as your Blogging Platform, you can check out my Post about Cute Blogger Themes

Popularity: 1% [?]

Artikel Best Free Cute WordPress Themes Proudly presented by The Most Unique Gadget Blog. Please also see our sister site:Free Powerpoint Templates and Themes to get Free Powerpoint Template for school, business, medical presentation and many more!.

calender zone

Pages

my stuff and life. Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Search This Blog

Loading...

- Copyright © my zoONne -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -