Posted by : anonimus Tuesday, October 26, 2010

Mitos mempunyai 4 macam asal usul secara garis besar, yaitu:

1. Euhemerisme



Menurut teori ini, mitos adalah sebuah laporan yang diubah dari kejadian sejarah yang pernah terjadi. Para pencerita berulang-ulang menerangkan tentang kejadian historis hingga figur/tokoh dalam cerita mendapat status sebagai "dewa". Misalnya ada tokoh yang pernah berdebat tentang mitos dewa angin Aeolus berevolusi dari kejadian sejarah tentang raja yang mengajar rakyatnya untuk berlayar dan menggunakan angin demi kebutuhannya. Herodotus dan Prodicus membuat klaim seperti ini. Teori ini dinamakan Euhemerisme, dari seorang mitologis Euhemerus (320 SM), yang memperkirakan dewa-dewi Yunani dikembangkan dari legenda tentang manusia

2. Alegori

Teori ini menyebutkan bahwa mitos muncul sebagai alegori. Alegori sendiri adalah majas yang menjelaskan suatu maksud tanpa harfiah. Jadi dalam teori alegori ini, mitos mulai sebagai alegori untuk fenomena alam. Misal Apollo untuk mewakili api, Poseidon mewakili air dan seterusnya. Selain untuk menjelaskan fenomena alam, mitos sebagai alegori juga menjelaskan konsep filosofis atau spiritual, maksudnya sebagai bentuk sifat sifat manusia. Misalnya Athena sebagai perwakilan sifat kebijaksanaan, Aphrodite sebagai perwakilan gairah manusia dan sebagainya. Pendukung teori alegori ini adalah Max Müller, Sanskritis abad ke-19. Dia percaya bahwa mitos mulai sebagai deskripsi alegoris alam, yang perlahan menjadi diterjemahkan secara harfiah. Misalnya, penjelasan puitis dari kalimat "Laut sedang marah" dipikirkan sebagai dewa yang sedang marah dsb

3. Personifikasi

Teori ini menjelaskan mitos dihasilkan dari personifikasi benda dan objek yang tidak bergerak. Para manusia dulu mungkin menyembah fenomena/kejadian alam seperti api, air dan sebagainya dan perlahan menyebut mereka sebagai dewa-dewi. Contohnya dalam teori Pemikiran Mitopoeik, para manusia terdahulu cenderung melihat sesuatu sebagai seseorang, bukan objek/benda, dengan demikian, mereka menjelaskan kejadian alam sebagai tindakan dari dewa, yang melahirkan mitos

Pemikiran Mitopoeik adalah tahap pemikiran manusia sebelum tahap modern, manusia melihat tiap kejadian sebagai tindakan atau bagian dari keinginan manusia. Dengan teori ini, diharapkan menjelaskan kecenderungan manusia terdahulu untuk membuat mitos, yang kejadian alam adalah tindakan dewa dan para arwah

4. Teori Ritual-Mitos

Menurut teori Ritual-Mitos ini, keberadaan mitos terikat dengan ritual. Di bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini dijelaskan pertama kali oleh William Robertson Smith, sarjana Bibel. Menurut Smith ini, orang-orang melakukan ritual yang tak ada hubungannya dengan mitos, setelah mereka lupa alasan sesungguhnya dari ritual itu, mereka menerangkan ritual dengan membuat sendiri mitosnya dan mengklaim ritual untuk memperingati kejadian yang sudah dijelaskan mitos. Antropologis James Frazer mempunyai pendapat yang mirip, dia menjelaskan manusia dahulu percaya pada hukum magis, saat mereka kehilangan percaya hukum itu, mereka membuat mitos tentang dewa dan mengklaim ritual magis terdahulu mereka sebagai ritual religius yang ditujukan menyenangkan para dewa

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Tuesday, October 26, 2010

teori asal usul mitos

Posted by anonimus at Tuesday, October 26, 2010
Mitos mempunyai 4 macam asal usul secara garis besar, yaitu:

1. Euhemerisme



Menurut teori ini, mitos adalah sebuah laporan yang diubah dari kejadian sejarah yang pernah terjadi. Para pencerita berulang-ulang menerangkan tentang kejadian historis hingga figur/tokoh dalam cerita mendapat status sebagai "dewa". Misalnya ada tokoh yang pernah berdebat tentang mitos dewa angin Aeolus berevolusi dari kejadian sejarah tentang raja yang mengajar rakyatnya untuk berlayar dan menggunakan angin demi kebutuhannya. Herodotus dan Prodicus membuat klaim seperti ini. Teori ini dinamakan Euhemerisme, dari seorang mitologis Euhemerus (320 SM), yang memperkirakan dewa-dewi Yunani dikembangkan dari legenda tentang manusia

2. Alegori

Teori ini menyebutkan bahwa mitos muncul sebagai alegori. Alegori sendiri adalah majas yang menjelaskan suatu maksud tanpa harfiah. Jadi dalam teori alegori ini, mitos mulai sebagai alegori untuk fenomena alam. Misal Apollo untuk mewakili api, Poseidon mewakili air dan seterusnya. Selain untuk menjelaskan fenomena alam, mitos sebagai alegori juga menjelaskan konsep filosofis atau spiritual, maksudnya sebagai bentuk sifat sifat manusia. Misalnya Athena sebagai perwakilan sifat kebijaksanaan, Aphrodite sebagai perwakilan gairah manusia dan sebagainya. Pendukung teori alegori ini adalah Max Müller, Sanskritis abad ke-19. Dia percaya bahwa mitos mulai sebagai deskripsi alegoris alam, yang perlahan menjadi diterjemahkan secara harfiah. Misalnya, penjelasan puitis dari kalimat "Laut sedang marah" dipikirkan sebagai dewa yang sedang marah dsb

3. Personifikasi

Teori ini menjelaskan mitos dihasilkan dari personifikasi benda dan objek yang tidak bergerak. Para manusia dulu mungkin menyembah fenomena/kejadian alam seperti api, air dan sebagainya dan perlahan menyebut mereka sebagai dewa-dewi. Contohnya dalam teori Pemikiran Mitopoeik, para manusia terdahulu cenderung melihat sesuatu sebagai seseorang, bukan objek/benda, dengan demikian, mereka menjelaskan kejadian alam sebagai tindakan dari dewa, yang melahirkan mitos

Pemikiran Mitopoeik adalah tahap pemikiran manusia sebelum tahap modern, manusia melihat tiap kejadian sebagai tindakan atau bagian dari keinginan manusia. Dengan teori ini, diharapkan menjelaskan kecenderungan manusia terdahulu untuk membuat mitos, yang kejadian alam adalah tindakan dewa dan para arwah

4. Teori Ritual-Mitos

Menurut teori Ritual-Mitos ini, keberadaan mitos terikat dengan ritual. Di bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini dijelaskan pertama kali oleh William Robertson Smith, sarjana Bibel. Menurut Smith ini, orang-orang melakukan ritual yang tak ada hubungannya dengan mitos, setelah mereka lupa alasan sesungguhnya dari ritual itu, mereka menerangkan ritual dengan membuat sendiri mitosnya dan mengklaim ritual untuk memperingati kejadian yang sudah dijelaskan mitos. Antropologis James Frazer mempunyai pendapat yang mirip, dia menjelaskan manusia dahulu percaya pada hukum magis, saat mereka kehilangan percaya hukum itu, mereka membuat mitos tentang dewa dan mengklaim ritual magis terdahulu mereka sebagai ritual religius yang ditujukan menyenangkan para dewa

0 comments on "teori asal usul mitos"

Post a Comment

Tuesday, October 26, 2010

teori asal usul mitos


Mitos mempunyai 4 macam asal usul secara garis besar, yaitu:

1. Euhemerisme



Menurut teori ini, mitos adalah sebuah laporan yang diubah dari kejadian sejarah yang pernah terjadi. Para pencerita berulang-ulang menerangkan tentang kejadian historis hingga figur/tokoh dalam cerita mendapat status sebagai "dewa". Misalnya ada tokoh yang pernah berdebat tentang mitos dewa angin Aeolus berevolusi dari kejadian sejarah tentang raja yang mengajar rakyatnya untuk berlayar dan menggunakan angin demi kebutuhannya. Herodotus dan Prodicus membuat klaim seperti ini. Teori ini dinamakan Euhemerisme, dari seorang mitologis Euhemerus (320 SM), yang memperkirakan dewa-dewi Yunani dikembangkan dari legenda tentang manusia

2. Alegori

Teori ini menyebutkan bahwa mitos muncul sebagai alegori. Alegori sendiri adalah majas yang menjelaskan suatu maksud tanpa harfiah. Jadi dalam teori alegori ini, mitos mulai sebagai alegori untuk fenomena alam. Misal Apollo untuk mewakili api, Poseidon mewakili air dan seterusnya. Selain untuk menjelaskan fenomena alam, mitos sebagai alegori juga menjelaskan konsep filosofis atau spiritual, maksudnya sebagai bentuk sifat sifat manusia. Misalnya Athena sebagai perwakilan sifat kebijaksanaan, Aphrodite sebagai perwakilan gairah manusia dan sebagainya. Pendukung teori alegori ini adalah Max Müller, Sanskritis abad ke-19. Dia percaya bahwa mitos mulai sebagai deskripsi alegoris alam, yang perlahan menjadi diterjemahkan secara harfiah. Misalnya, penjelasan puitis dari kalimat "Laut sedang marah" dipikirkan sebagai dewa yang sedang marah dsb

3. Personifikasi

Teori ini menjelaskan mitos dihasilkan dari personifikasi benda dan objek yang tidak bergerak. Para manusia dulu mungkin menyembah fenomena/kejadian alam seperti api, air dan sebagainya dan perlahan menyebut mereka sebagai dewa-dewi. Contohnya dalam teori Pemikiran Mitopoeik, para manusia terdahulu cenderung melihat sesuatu sebagai seseorang, bukan objek/benda, dengan demikian, mereka menjelaskan kejadian alam sebagai tindakan dari dewa, yang melahirkan mitos

Pemikiran Mitopoeik adalah tahap pemikiran manusia sebelum tahap modern, manusia melihat tiap kejadian sebagai tindakan atau bagian dari keinginan manusia. Dengan teori ini, diharapkan menjelaskan kecenderungan manusia terdahulu untuk membuat mitos, yang kejadian alam adalah tindakan dewa dan para arwah

4. Teori Ritual-Mitos

Menurut teori Ritual-Mitos ini, keberadaan mitos terikat dengan ritual. Di bentuk yang paling ekstrim, teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini dijelaskan pertama kali oleh William Robertson Smith, sarjana Bibel. Menurut Smith ini, orang-orang melakukan ritual yang tak ada hubungannya dengan mitos, setelah mereka lupa alasan sesungguhnya dari ritual itu, mereka menerangkan ritual dengan membuat sendiri mitosnya dan mengklaim ritual untuk memperingati kejadian yang sudah dijelaskan mitos. Antropologis James Frazer mempunyai pendapat yang mirip, dia menjelaskan manusia dahulu percaya pada hukum magis, saat mereka kehilangan percaya hukum itu, mereka membuat mitos tentang dewa dan mengklaim ritual magis terdahulu mereka sebagai ritual religius yang ditujukan menyenangkan para dewa

0 comments:

Post a Comment

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

My Blog List

Sample text

Pageviews past week

shoutbox zone


ShoutMix chat widget

clock link

flag counter zone

free counters

Ads Header

Followers

Blog Archive

About Me

Followers

Friends

Blog Archive

Ajari aku ‘tuk bisa Menjadi yang engkau cinta Agar ku bisa memiliki rasa Yang luar biasa untukku dan untukmu

Blog Archive

web counter zone

Best Free Cute WordPress Themes

Hiya!

Welcome to Cutie Gadget, the place that love to post Cute Gadgets and Cute Stuff. Today I will share you my findings about Cute Wordpress Themes. These themes are really good if you create Cute themed Blog, Girls blog, Candy blog, or children blog as themes Free Cute Blog Templates really suitable for that reason. Ok, here’s the list :

pink cute themes 300x144 Best Free Cute Wordpress Themes

This Cute Candy themed Worpress template called Pink-Kupy. The color is combination of Gradation of pink, from Soft pink to vibrant pink. However, the background color is dark grey and white, they’re made to harmonised the pinky color. A really nice Pink Wordpress themes :) Free Download here

leaf cute themes 300x150 Best Free Cute Wordpress Themes

If you bored with regular Wordpress backgrond that using the usual color backgrond, then this wordpress themes is good for you.I really like the leaf green background, blended with white color. Look simple, cute and nice! Download here

greenery wordpress 300x145 Best Free Cute Wordpress Themes

The last but not the least, here is the Beautiful themes named Greenery. The color lime green, which looked really fresh and nice. I really like the tree color, looked cute because the cartoon styled drawing. Download here.

If don’t use worpdress, but using Blogger or Blogspot as your Blogging Platform, you can check out my Post about Cute Blogger Themes

Popularity: 1% [?]

Artikel Best Free Cute WordPress Themes Proudly presented by The Most Unique Gadget Blog. Please also see our sister site:Free Powerpoint Templates and Themes to get Free Powerpoint Template for school, business, medical presentation and many more!.

calender zone

Pages

my stuff and life. Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Search This Blog

Loading...

- Copyright © my zoONne -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -